Senin, 23 Maret 2009

teori psikoanalisis Freud

bismillahirrohmaanirrohiim..

intinya teori Freud meliputi id, ego dan superego.
tunggu tanggal mainnya

Rabu, 18 Maret 2009

pribadi, kepribadian

bismillahirrohmaanirrohiim..

kepribadian manusia mulai dibentuk sejak kecil. apa yang dialami semasa kecil akan membentuk pribadi kita. manusia itu unik. tak ada seorangpun yang memiliki kepribadian yang sama. orang tua, keluarga serta lingkungan ikut berperan serta dalam pembentukkan kepribadian.

yang baru na ketahui ada tiga madhab kepribadian. pertama, yang mengaggap bahwa semua manusia itu terlahir jahat(ihh..ngeri..). Na mah kurang setuju sama pendapat yang satu ini. yang kedua, tabularasa. yaitu yang menyatakan bahwa setiap manusia yang lahir ke muka bumi ini laksana kertas putih. orang tuanya lah yang membuat ia muslim, nasrani atau nabawi. (gak asing kan sama kata-kata itu. biasanya pak ustadz memberi bahasan ini ketika khutbah idul fitri). setiap bayi yang terlahir itu suci, bersih seperti kertas putih kosong. kalo yang ketiga, manusia pada dasarnya baik. menurut Na, memang begitu kenyataannya. sejahat apapun sesorang pasti punya sisi baik. seorang pembunuh sekalipun tidak ingin ankanya menjadi seorang pembunuh.

kepribadian itu bisa hancur loh. kalo ada emosi negatif yang terus menerus masuk terhadap diri kita. itu akan menjadi monster penghancur kepribadian. tapi tenang aja kawand, pribadi kita saat ini belum tentu sama dengan pribadi kita masa lalu dan masa yang akan datang. kepribadian itu bersifat dinamis, terus berkembang. kadang suka pusing-pusing mikirin supaya membentuk pribadi yang bagus. padahal mah, do the best 4 everything you do. Nah, itulah yang akan menjadi kepribadianmu. itu juga salah satu jawaban kenapa kita harus KHUSNUDZON sama segala sesuatu. masukan positif bisa meningkatkan penghargaan diri kita dan meningkatkan kualitas motorik kita. subhanallah ya..

jangan heran loh, kepribadian itu bisa terbentuk dari kebiasaan yang kamu lakukan. hayo..hayo..biasanya ngapain??

ayo kawand, bareng-bareng membentuk kebiasaan yang positif.

Jumat, 13 Maret 2009

psikolog bukan peramal

bismillahirrohmaanirrohiim..

'coba pengen liat yang kuliah di psikologi. sekarang aku lagi mikirin apa? aku lagi ngerasain apa?'
tak jarang orang yang berkata sepeti itu padaku.

psikolog bukan peramal yang bisa tau apa yang sedang dipikirkan orang lain. psikilog pun bukan Tuhan yang tau apa isi hati seseorang. yang psikolog lihat hanyalah kulit luar, hanya sebagian kecil daripada rahasia besar yang ada di dalamnya. yang terlihat hanyalah tingkah laku sebagai gejala fisik dan proses mental pada diri seseorang.

seperti membaca tanda tangan. tidak sedikit orang mengatakan bahwa psikolog itu dukun modern karena bisa membaca tanda tangan. padahal bukan tanpa ilmu semua itu. yang dilihat itu ketika seseorang mengoreskan penanya pada kertas. ada proses dalam tubuh kita ketika melakukan hal itu. apa yang nampak pada goresan itu merupakan sampel dari gambaran diri kita. begicyu..

yang dipelajari di bangku kuliah hanyalah sebagian kecil dari salah satu cara untuk mempelajari manusia. psikologi yang dibahas hanyalah teori. pada prakteknya tak mesti sesuai dengan apa yang ada. karena disini ada peran lain, hati. yups, kedalaman hati seseorang sulit diukur kawand. hanya Allah yang bisa memberi tahu kita. dekati Allah, niscaya kau akan mendapatkan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. kau bisa merasakan getaran perasaan orang lain jika Ia memberi kemampuan itu padamu.



gak nyambung? lanjut aja yang penting nulis.. ^_^

pernah terlntas dalam pikiran, kita sebenarnya bisa merasaka apa yang dirasakan oleh orang lain. berarti semua orang bisa jadi psikolog?

ternyata gak segampang itu. semua orang memang Allah bekali dengan berbagai potensi. tapi ada yang membiarkan potensi itu mengendap dan ada yang mengolah potensi tersebut bahkan mengembangkannya. itulah maksud Allah. Allah hanya ingin melihat seberapa besar usaha kita dalam mengembangkan potensi yang sudah ada dalam diri kita.

subhanallah ya..betapa banyak rahasia yang belum kita ketahui yang sesungguhnya sudah Allah tunjukkan. sepertinya itu maksud dari kutipan Al-Quran "untuk orang-orang yang berpikir". disana Allah tidak menuliskan untuk orang-orang yang pintar dalam surat cintaNya.

kalo MAU mengkaji, semua ilmu itu sudah tercatat dalam Al-Quran!

tidak ada kata terlambat kawand! lebih baik maju selangkah daripada tidak sama sekali.

ya..kurang lebih seperti itu, namanya juga belajar.