kepribadian manusia mulai dibentuk sejak kecil. apa yang dialami semasa kecil akan membentuk pribadi kita. manusia itu unik. tak ada seorangpun yang memiliki kepribadian yang sama. orang tua, keluarga serta lingkungan ikut berperan serta dalam pembentukkan kepribadian.
yang baru na ketahui ada tiga madhab kepribadian. pertama, yang mengaggap bahwa semua manusia itu terlahir jahat(ihh..ngeri..). Na mah kurang setuju sama pendapat yang satu ini. yang kedua, tabularasa. yaitu yang menyatakan bahwa setiap manusia yang lahir ke muka bumi ini laksana kertas putih. orang tuanya lah yang membuat ia muslim, nasrani atau nabawi. (gak asing kan sama kata-kata itu. biasanya pak ustadz memberi bahasan ini ketika khutbah idul fitri). setiap bayi yang terlahir itu suci, bersih seperti kertas putih kosong. kalo yang ketiga, manusia pada dasarnya baik. menurut Na, memang begitu kenyataannya. sejahat apapun sesorang pasti punya sisi baik. seorang pembunuh sekalipun tidak ingin ankanya menjadi seorang pembunuh.
kepribadian itu bisa hancur loh. kalo ada emosi negatif yang terus menerus masuk terhadap diri kita. itu akan menjadi monster penghancur kepribadian. tapi tenang aja kawand, pribadi kita saat ini belum tentu sama dengan pribadi kita masa lalu dan masa yang akan datang. kepribadian itu bersifat dinamis, terus berkembang. kadang suka pusing-pusing mikirin supaya membentuk pribadi yang bagus. padahal mah, do the best 4 everything you do. Nah, itulah yang akan menjadi kepribadianmu. itu juga salah satu jawaban kenapa kita harus KHUSNUDZON sama segala sesuatu. masukan positif bisa meningkatkan penghargaan diri kita dan meningkatkan kualitas motorik kita. subhanallah ya..
jangan heran loh, kepribadian itu bisa terbentuk dari kebiasaan yang kamu lakukan. hayo..hayo..biasanya ngapain??
ayo kawand, bareng-bareng membentuk kebiasaan yang positif.
yang baru na ketahui ada tiga madhab kepribadian. pertama, yang mengaggap bahwa semua manusia itu terlahir jahat(ihh..ngeri..). Na mah kurang setuju sama pendapat yang satu ini. yang kedua, tabularasa. yaitu yang menyatakan bahwa setiap manusia yang lahir ke muka bumi ini laksana kertas putih. orang tuanya lah yang membuat ia muslim, nasrani atau nabawi. (gak asing kan sama kata-kata itu. biasanya pak ustadz memberi bahasan ini ketika khutbah idul fitri). setiap bayi yang terlahir itu suci, bersih seperti kertas putih kosong. kalo yang ketiga, manusia pada dasarnya baik. menurut Na, memang begitu kenyataannya. sejahat apapun sesorang pasti punya sisi baik. seorang pembunuh sekalipun tidak ingin ankanya menjadi seorang pembunuh.
kepribadian itu bisa hancur loh. kalo ada emosi negatif yang terus menerus masuk terhadap diri kita. itu akan menjadi monster penghancur kepribadian. tapi tenang aja kawand, pribadi kita saat ini belum tentu sama dengan pribadi kita masa lalu dan masa yang akan datang. kepribadian itu bersifat dinamis, terus berkembang. kadang suka pusing-pusing mikirin supaya membentuk pribadi yang bagus. padahal mah, do the best 4 everything you do. Nah, itulah yang akan menjadi kepribadianmu. itu juga salah satu jawaban kenapa kita harus KHUSNUDZON sama segala sesuatu. masukan positif bisa meningkatkan penghargaan diri kita dan meningkatkan kualitas motorik kita. subhanallah ya..
jangan heran loh, kepribadian itu bisa terbentuk dari kebiasaan yang kamu lakukan. hayo..hayo..biasanya ngapain??
ayo kawand, bareng-bareng membentuk kebiasaan yang positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar