Jumat, 13 Maret 2009

psikolog bukan peramal

bismillahirrohmaanirrohiim..

'coba pengen liat yang kuliah di psikologi. sekarang aku lagi mikirin apa? aku lagi ngerasain apa?'
tak jarang orang yang berkata sepeti itu padaku.

psikolog bukan peramal yang bisa tau apa yang sedang dipikirkan orang lain. psikilog pun bukan Tuhan yang tau apa isi hati seseorang. yang psikolog lihat hanyalah kulit luar, hanya sebagian kecil daripada rahasia besar yang ada di dalamnya. yang terlihat hanyalah tingkah laku sebagai gejala fisik dan proses mental pada diri seseorang.

seperti membaca tanda tangan. tidak sedikit orang mengatakan bahwa psikolog itu dukun modern karena bisa membaca tanda tangan. padahal bukan tanpa ilmu semua itu. yang dilihat itu ketika seseorang mengoreskan penanya pada kertas. ada proses dalam tubuh kita ketika melakukan hal itu. apa yang nampak pada goresan itu merupakan sampel dari gambaran diri kita. begicyu..

yang dipelajari di bangku kuliah hanyalah sebagian kecil dari salah satu cara untuk mempelajari manusia. psikologi yang dibahas hanyalah teori. pada prakteknya tak mesti sesuai dengan apa yang ada. karena disini ada peran lain, hati. yups, kedalaman hati seseorang sulit diukur kawand. hanya Allah yang bisa memberi tahu kita. dekati Allah, niscaya kau akan mendapatkan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. kau bisa merasakan getaran perasaan orang lain jika Ia memberi kemampuan itu padamu.



gak nyambung? lanjut aja yang penting nulis.. ^_^

pernah terlntas dalam pikiran, kita sebenarnya bisa merasaka apa yang dirasakan oleh orang lain. berarti semua orang bisa jadi psikolog?

ternyata gak segampang itu. semua orang memang Allah bekali dengan berbagai potensi. tapi ada yang membiarkan potensi itu mengendap dan ada yang mengolah potensi tersebut bahkan mengembangkannya. itulah maksud Allah. Allah hanya ingin melihat seberapa besar usaha kita dalam mengembangkan potensi yang sudah ada dalam diri kita.

subhanallah ya..betapa banyak rahasia yang belum kita ketahui yang sesungguhnya sudah Allah tunjukkan. sepertinya itu maksud dari kutipan Al-Quran "untuk orang-orang yang berpikir". disana Allah tidak menuliskan untuk orang-orang yang pintar dalam surat cintaNya.

kalo MAU mengkaji, semua ilmu itu sudah tercatat dalam Al-Quran!

tidak ada kata terlambat kawand! lebih baik maju selangkah daripada tidak sama sekali.

ya..kurang lebih seperti itu, namanya juga belajar.




Tidak ada komentar: